Sudahkah kamu menemukannya?
Hingga kini, belum ku temukan seperti apa sesungguhnya sosok sahabat itu.
Entah memang tak ada untukku ataukah aku belum menemukannya.
Nyaris menyerupai sahabat saja yang ada.
Bagiku, jauh perbedaan makna antara sahabat dengan teman.
Tak bermaksud mendiskriminasikan jua dalam pengaplikasian kehidupan.
Semua penjelasan tidak termasuk dalam kategori keluarga.
Teman adalah orang terdekat yang selalu mengajak kita tertawa bersama, sedih bersama, seru-seruan bersama.
Sedangkan sahabat adalah sosok yang mampu memahami kita, menafsirkan pemikiran kita, tak mudah menjauh dari kita meskipun telah kita abaikan bahkan memakinya.
Teman,
disaat kita senang teman selalu ada.
Kala sedihpun, seringkali teman menghadirkan dirinya untuk menemani kita.
Membantu sebisanya (lebih ke apa adanya), tapi hanya pada saat itu saja (kita bercerita).
Namun di kemudian waktu, tak akan pernah lagi menanyakan atau menawarkan bantuan perihal kesedihan dan kesulitan kita.
Dengan alasan, karena kita tak menampakkan ekspresi kesedihan dan memelas untuk dibantu kepada teman.
Sahabat,
lebih dari sekedar teman.
Segala yang ada pada diri teman, sahabat memilikinya.
Berbedanya adalah ketika kita bercerita, berbagi, dan dibantu saat itu.
Sahabat tak akan berlalu begitu saja meninggalkan kita dengan masalah tersebut.
Tapi sahabat akan benar-benar merasa terjun merasakan, dengan menanyakan berulang apakah kita sudah benar-benar baik, nyaman, dan bisa mengatasi masalah tersebut.
Meskipun kita selalu menampakkan wajah riang, sahabat dapat menemukan keganjilan yang kita sembunyikan ketika kita sedang bermasalah.
Sahabat memiliki feel yang lebih kuat daripada teman.
Tak selamanya, seseorang yang riang sungguh riang.
Tak selamanya, seseorang yang sedih sungguh sedih.
Tak selamanya, seseorang yang murung sungguh murung.
Tak selamanya, seseorang yang marah sungguh marah.
Setiap orang dapat dengan mudah membuat topeng untuk menutupi wajahnya.
Karena setiap orang bisa bertopeng.
Hanya bagaimana kita menyingkap wajah asli dari pemilik topeng.
Menafsirkan hal yang berkaitan dengan mengapa ia mengenakan topeng.
Sahabat lebih peka terhadap urusan ini.
Ketika sahabat berusaha untuk menyingkap, sahabat akan benar-benar menuntaskannya.
Sedangkan teman lebih sering mengabaikannya, membiarkan si pemilik topeng membuka topengnya sendiri.
Teman tak akan pernah berusaha untuk membukanya, bahkan memahami yang sesungguhnya.
Sahabat adalah detektif penyingkap identitas detektif dengan keahlian detektif.
0 comments:
Post a Comment
Be a good commentators
Tell me if there is something wrong with this post