Oleh : Emma Yuniarrahmah, S.psi, M.A
Disadur dari : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM
Disadur dari : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM
Pengertian Autisme :
Autisme adalah salah satu kelompok gangguan pada anak, yang ditandai munculnya gangguan & keterlambatan pada bidang kognitif, komunikasi, ketertarikan pada interaksi sosial, dan perilakunya (Vorkmar & Wiesner, 2009)
Perilaku Autisme :
1. Perilaku yang eksesif (berlebihan), ditandai dengan hiperaktif & tantrum
2. Perilaku yang defisit (berkekurangan), ditandai dengan gangguan bicara, pola sosial kurang sesuai, emosi tidak tepat, defisit
Penyebab Autisme :
1. Gangguan autis terjadi pada fase pembentukan organ2, yaitu pada usia kehamilan 0 – 4 bulan :
- Ibu yang terkena/terinfeksi suatu virus (rubella, toxo, herpes, hepatitis, dsb)
- Ibu terkena zat-zat kimia
- Ibu yang mengkonsumsi makanan laut yang terkena polusi air
- Asupan nutrisi buruk
- Pendarahan
- Keracunan makanan pada masa kehamilan
- Gangguan pada organ atau saraf otak lobus parietalis (anak tidak peduli dengan lingkungan)
- Gangguan pada otak kecil, yang berfungsi untuk melakukan proses daya ingat, berpikir, aktivitas sensoris, perhatian, dan belajar bahasa
2. Genetika
3. Infeksi virus & jamur
4. Kekurangan nutrisi & oksigen
5. Polusi udara, air, & makanan
6. Gangguan pada sistem limbic (terletak di bagian tengah otak), mengakibatkan gangguan fungsi kontrol agresi & emosi
Indikator Komunikasi :
- Ekspresi wajah datar
- Tidak menggunakan bahasa/isyarat tubuh
- Jarang memulai komunikasi
- Mengoceh tanpa arti secara berulang-ulang
- Membeo kata-kata, kalimat-kalimat, nyanyian
- Intonasi vokal yang aneh
- Tampak tidak mengerti kata
- Bicara sedikit atau tidak ada
- Anak seperti tuli
- Perkembangan bahasa terhambat
Indikator Interaksi Sosial :
- Tidak responsif
- Kontak mata terbatas
- Kurang mampu berempati
- Lebih suka menyendiri
- Tidak tertarik bermain bersama teman
- Menggunakan tangan orang lain sebagai alat
Indikator Perilaku :
- Adanya suatu kelekatan pada rutinitas atau ritual tertentu
- Adanya suatu preokupasi yang terbatas pada pola perilaku yg tidak normal
- Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang
Indikator Gangguan Sensoris :
- Sangat sensitif terhadap sentuhan
- Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
- Senang mencium-cium atau menjilat benda
- Tidak sensitif terhadapa rasa sakit & rasa takut
Indikator Pola Bermain :
- Tidak bermain seperti anak pada umumnya
- Tidak suka bermain dengan teman sebaya
- Tidak bermain sesuai dengan fungsi mainan
- Menyenangi benda-benda yang berputar
- Dapat sangat lekat dengn benda tertentu
Indikator Emosi :
- Sering marah-marah tanpa alasan yang jelas
- Temper tantrum
- Kadang suka menyerang & merusak
- Tidak mempunyai empati
- Kadang menyakiti diri sendiri
Deteksi Dini :
- Berguna untuk dapat segera melakukan intervensi atau penanganan secara tepat, mencegah menjadi anak dengan autis
- Usia ideal 2 – 3 tahun
- Persiapan masuk sekolah reguler
- Usia 0 – 6 bulan
1. Bayi tampak terlalu tenang
2. Terlalu sensitif, cepat terusik
3. Gerakan tangan/kaki berlebihan
4. Tidak babbling
5. Tidak kontak mata (> 3 thn)
6. Perkembangan motorik kasar/halus tampak normal
- Usia 6 – 12 bulan
1. Sulit bila digendong
2. Menggigit tangan & badan orang lain secara berlebihan
3. Tidak ditemukan senyum sosial
- Usia 1 – 2 tahun
1. Kaku bila digendong
2. Tidak mau bermain permainan sederhana
3. Tidak mengeluarkan kata
4. Memperhatikan tangannya sendiri
5. Tidak tertarik pada boneka
- Usia 2 – 3 tahun
1. Tidak tertarik bersosialisasi dengan anak lain
2. Melihat orang sebagai “benda”
3. Tertarik pada benda tertentu
4. Kontak mata terbatas
5. Kaku bila digendong
0 comments:
Post a Comment
Be a good commentators
Tell me if there is something wrong with this post