17 March, 2011

Kesulitan berinteraksi dengan baik? Kaji bersama yuk..

Suatu ketika kita dihadapkan dengan situasi dimana terdapat orang-orang yang individualis.
Interaksi perlu, namun bagaimana jika terdapat kendala saat akan memulai menjalin sebuah interaksi?
Maka kita yang harus menyiasati cara kita berinteraksi kepada orang-orang tersebut.
Bagaimana strateginya?

Flashback penulis dari masa SMA.
Pernah hidup di lingkungan pondok pesantren.
Rasa kekeluargaan sungguh tercipta di sini.
Namun ketika ada seorang atau sekelompok santri bersikap individualis, maka bersiaplah menghadapi kesulitannya sendiri. Misalnya saja, tidak mau makan bersama dalam 1 wadah, tidak mau meminjamkan setrika, atau bahkan tidak mau berbagi makanan (baca: pelit).
Model santri seperti ini kebanyakan akan dijauhi, dan saat mereka memerlukan bantuan tak banyak yang akan membantunya.
Santri-santri menganggap hal ini sebagai pelajaran untuk 'yang individualis'.

Cara Mengembangkan Potensi dan Kecerdasan Anak Dengan Autisme

Oleh                : Dra. Sritje H. Hikmat, Psi
Disadur dari  : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM



Pengertian potensi :
 - Potensi adalah kemampuan atau kekuatan atau daya, dimana potensi dapat merupakan bawaan (bakat) dan hasil dari stimulus atau latihan dalam perkembangan anak.
 - Potensi anak akan tumbuh seiring perkembangan anak.
 - Penggalian potensi anak bukan sesuatu yang instan

FIVE KEYS dalam Mengembangkan Potensi Anak :
  1. Setiap anak memiliki bakat; anak dengan kebutuhan khusus juga mempunyai kemampuan spesial
  2. Bakat harus dikembangkan melalui latihan dan rangsangan secara terus menerus
  3. Stimulasi sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan (bermain)
  4. Tugas orang tua-lah mengenali & mengembangkan bakat anak (Membutuhkan ketekunan, kesabaran, ketelatenan, kreativitas)
  5. Kembangkan bakat sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

Terapi dan Layanan Pendidikan Yang Tepat Untuk Anak Dengan Autisme

Oleh                : Drg. Sri Utami Soedarsono Djamaluddin, M.Psi
Disadur dari  : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM



Latar Belakang :
- Prevalensi meningkat sejak 15 tahun -> anak dengan autisme usia sekolah
- Sosialisasi untuk deteksi dini ->penanganan dan pelayanan
- Salah satu bentuk pelayanan untuk anak dengan autisme adalah melalui pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik anak -> pendidikan untuk pengembangan potensi dan kemandirian

Peningkatan Prevalensi :
- Autisme meningkat di seluruh dunia termasuk Indonesia
- 60 per 10 000 untuk ASD (2003)
- 1 ASD dari 113 anak (2009)
- SD berukuran sedang akan memiliki 1 atau 2 siswa ASD per kelas
- Lakilaki : perempuan adalah sekitar 4 : 1
- Di semua lapisan masyarakat, etnik/ras, tingkat sosio-ekonomi serta geografi

16 March, 2011

Deteksi Dini Anak Dengan Autisme

Oleh                : Emma Yuniarrahmah, S.psi, M.A
Disadur dari  : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM


Pengertian Autisme :
Autisme adalah salah satu kelompok gangguan pada anak, yang ditandai munculnya gangguan & keterlambatan pada bidang kognitif, komunikasi, ketertarikan pada interaksi sosial, dan perilakunya (Vorkmar & Wiesner, 2009)

Memahami Post-Power Syndrome Pada Orang Yang Dicintai

Pernahkah anda menyaksikan bahkan mengalami sendiri ketika orang tua yang telah berumur ataupun seorang pensiunan, selalu membanggakan dirinya dengan menceritakan masa lalunya? Mereka cenderung menggurui setiap ucapannya dengan kebanggaan atasnya. Mereka menganggap bahwa hal itu wajar dan penting untuk disampaikan Namun saat disadarkan, mereka menolak untuk berhenti dan beranggapan bahwa anda belum memiliki pengetahuan yang cukup sehingga masih harus belajar dari pengalaman mereka. Hal ini tidak hanya diterapkan pada anda, namun terhadap orang-orang di sekitar mereka.
Gejala-gejala seperti merupakan indikasi gangguan Post-Power Syndrome. Hal ini tak wajar jika terjadi terus menerus sepanjang masa tua para penderita.

Post-power syndrome, adalah gejala yang terjadi di mana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (karirnya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, atau hal lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada pada saat ini. 

08 March, 2011

Kenali Gangguan Skizofrenia Paranoid

Pernahkah mendapati seseorang yang terlihat “dingin”, menjaga jarak, licik, pembohong dan tidak punya rasa humor? Sangat tidak percaya pada orang lain sehingga hubungan sosialnya buruk namun masih bisa bekerja , juga terlalu sensitif terhadap kritikan nyata atau yang dibayangkan? Pahamilah gejala tersebut dari seorang penderita skizofrenia paranoid.

Skizofrenia merupakan gangguan klinis dari berbagai keadaan sebab-sebab psikologis yang sangat mengganggu yang melibatkan proses berpikir, emosi, persepsi, dan tingkah laku.