Suatu ketika kita dihadapkan dengan situasi dimana terdapat orang-orang yang individualis.
Interaksi perlu, namun bagaimana jika terdapat kendala saat akan memulai menjalin sebuah interaksi?
Maka kita yang harus menyiasati cara kita berinteraksi kepada orang-orang tersebut.
Bagaimana strateginya?
Flashback penulis dari masa SMA.
Pernah hidup di lingkungan pondok pesantren.
Rasa kekeluargaan sungguh tercipta di sini.
Namun ketika ada seorang atau sekelompok santri bersikap individualis, maka bersiaplah menghadapi kesulitannya sendiri. Misalnya saja, tidak mau makan bersama dalam 1 wadah, tidak mau meminjamkan setrika, atau bahkan tidak mau berbagi makanan (baca: pelit).
Model santri seperti ini kebanyakan akan dijauhi, dan saat mereka memerlukan bantuan tak banyak yang akan membantunya.
Santri-santri menganggap hal ini sebagai pelajaran untuk 'yang individualis'.
Interaksi perlu, namun bagaimana jika terdapat kendala saat akan memulai menjalin sebuah interaksi?
Maka kita yang harus menyiasati cara kita berinteraksi kepada orang-orang tersebut.
Bagaimana strateginya?
Flashback penulis dari masa SMA.
Pernah hidup di lingkungan pondok pesantren.
Rasa kekeluargaan sungguh tercipta di sini.
Namun ketika ada seorang atau sekelompok santri bersikap individualis, maka bersiaplah menghadapi kesulitannya sendiri. Misalnya saja, tidak mau makan bersama dalam 1 wadah, tidak mau meminjamkan setrika, atau bahkan tidak mau berbagi makanan (baca: pelit).
Model santri seperti ini kebanyakan akan dijauhi, dan saat mereka memerlukan bantuan tak banyak yang akan membantunya.
Santri-santri menganggap hal ini sebagai pelajaran untuk 'yang individualis'.