17 March, 2011

Terapi dan Layanan Pendidikan Yang Tepat Untuk Anak Dengan Autisme

Oleh                : Drg. Sri Utami Soedarsono Djamaluddin, M.Psi
Disadur dari  : Materi Seminar Psikologi Perkembangan - Prodi Psikologi ULM



Latar Belakang :
- Prevalensi meningkat sejak 15 tahun -> anak dengan autisme usia sekolah
- Sosialisasi untuk deteksi dini ->penanganan dan pelayanan
- Salah satu bentuk pelayanan untuk anak dengan autisme adalah melalui pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik anak -> pendidikan untuk pengembangan potensi dan kemandirian

Peningkatan Prevalensi :
- Autisme meningkat di seluruh dunia termasuk Indonesia
- 60 per 10 000 untuk ASD (2003)
- 1 ASD dari 113 anak (2009)
- SD berukuran sedang akan memiliki 1 atau 2 siswa ASD per kelas
- Lakilaki : perempuan adalah sekitar 4 : 1
- Di semua lapisan masyarakat, etnik/ras, tingkat sosio-ekonomi serta geografi


Triad of Impairments :
- Adanya kerusakan /Kekurangan dalam interaksi sosial
- Adanya kerusakan/Kekurangan dalam bahasa & komunikasi sosial
- Adanya kerusakan/Ketidakseimbangan fleksibilitas pikiran & imajinasi
- Adanya kerusakan/ Ketidakseimbangan proses sensori & kemampuan motorik

>> Layanan Bagi Anak dengan Autis :
Salah satu bentuk layanan pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan anak dengan autistik, yaitu :
- Pengajaran terstruktur
- Guru aktif mengambil inisiatif untuk berinteraksi
- Tahap-tahap pembelajaran dari yang terkecil
- Rutin dan kontinue, spontan dan fleksibel untuk


MODEL LAYANAN PENDIDIKAN
- Layanan Pendidikan Awal
- Program Intervensi Dini : Erba (Jan, 2000) empat program intervensi dini bagi anak dengan autistik yaitu:
  1. Discrete Trial Training (DTT), dari Lovaas dkk, 1987
  2. Learning Experience an Alternative Program for preshoolers and parents (LEAP), dari Strain dan Cordisco, 1994
  3. Floor Time, dari Greenspan dan Wider, 1998
  4. Treatment and Education of Autistic and related Communication handicapped CHildren (TEACCH), dari mesibov 1966
- Program Terapi Penunjang

Intervensi Dini, berfungsi :
- Memperlihatkan efektivitas dan keberhasilannya
- Berbeda-beda bagi anak -> kontraindikasi untuk anak lain
- Ada strategi dan metode evaluasi
- Keputusan tepat dalam menentukan jenis intervensi dan strategi yang dipakai

>> Layanan Pendidikan Awal, program terapi penunjang :
- Terapi Wicara,
- Terapi Okupasi,
- Terapi Sensory Integrasi,
- Terapi auditori,
- Terapi bermain,
- Terapi Musik, dsb

>> Layanan Pendidikan Lanjutan :
- Kelas Transisi (Kelas Persiapan)
- Program Pendidikan Inklusi
- Program Pendidikan Terpadu
- Sekolah Khusus Autistik
- Program sekolah dirumah (homeschooling programs)
- Panti (Griya) rehabilitasi autistik

Pada setiap layanan pendidikan lanjutan, diuraikan atas beberapa hal sebagai berikut :

  >> KELAS TRANSISI (kelas persiapan)
Tujuan : Mempersiapkan transisi ke bentuk layanan pendidikan lanjutan
Fungsi : Menggali dan mengembangkan kemampuan, potensi dan minat anak -> gambaran tingkat keparahan dan keunggulan anak (karakteristik spesifik)
Karakteristik dan tingkat kemajuan -> dibuat rencana pendidikan lanjutan yang sesuai

Prasyarat :
1. Anak dgn autisme sudah pernah menjalani terapi intervensi dini
2. Karakteristik anak: tidak mendistraksi teman lain dan tidak terdistraksi oleh adanya teman lain (bisa belajar secara klasikal)
3. Diperlukan guru terlatih dan terapis, sesuai dengan keperluan anak didik (terapis perilaku, terapis bicara, terapis okupasi dsb)
4. Kurikulum masing-masing anak dibuat melalui pengkajian oleh satu team dari berbagai bidang ilmu ( psikolog, pedagogi, speech patologist, terapis, guru dan orang tua/relawan)

Perubahan yang terjadi :
1. Model dan strategi pembelajaran: metode klasikal, tata cara dan aturan, acuan materi pembelajaran
2. Kondisi guru kelas bukan terapis
3. Distraksi dari peers (teman sebaya)
4. Proses penjaringan dan penyaringan
PENTING : sebagai titik acuan dalam penentuan model layanan selanjutnya

>> Prasyarat Masuk Sekolah Umum
Prasyarat untuk transisi ke sekolah umum (program inklusi) :
1. Usia anak antara 4 sampai 8 tahun
2. Karakteristik anak: verbal, sudah dapat menerima instruksi dan sudah ada kontak mata, dengan batasan kemampuan preakademik
3. Masalah utama adalah dalam sosialisasi dan akademis, termasuk masalah konsentrasi, kepatuhan dan dalam berinteraksi dengan teman sebaya
4. Diperlukan guru SD umum terlatih dan terapis sebagai pendamping.
5. Kelas ini berada dalam satu lingkungan sekolah reguler untuk memudahkan proses transisi dilakukan (misalnya : mulai latihan bergabung dengan kelas reguler pada saat olah raga atau istirahat atau prakarya dsb)
  Contoh: Jakarta, Bandung, Semarang (nama berbeda, fungsi dan tujuan sama)

  >> PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSI :
“Sembuh‟ : dapat mengendalikan perilakunya, berkomunikasi dan berbicara normal, dan wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya - diperkenalkan dengan anak-anak normal, sehingga ia dapat mempunyai figur/role model anak normal dan meniru tingkah laku anak normal seusianya

Program Inklusi
1. Keterbukaan dari sekolah umum
2. Test masuk
3. Peningkatan SDM/guru terkait
4. Proses shadowing berfungsi
5. Dukungan semua pihak di sekolah
6. Tersedianya unit khusus
7. Masa orientasi
8. Ideal 1 anak autistik dalam 1 kelas reguler
9. Batasan kemampuan : kelas 1 SD

Ciri Khas Anak Yang Tampak Sehari-hari Di Sekolahnya :
  - Anak tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang lain
  - Tidak ada empati ,tidak tahu reaksi teman
  - Pemahaman sangat kurang
  - Daya ingat sangat kuat dibidang tertentu
  - Visual learners (Belajar dari yang dilihat)
  - Sukar bersosialisasi/ bekerja dlm kelompok
  - Sukar mengekspresikan emosinya

Kesulitan Pada Bulan-bulan Pertama
  - Kesulitan berkonsentrasi
  - Belum mengerti instruksi guru
  - Perilaku sulit diatur, temper tantrum
  - Berbicara, mengoceh, tertawa sendiri
  - Komunikasi belum lancar, tidak runtut
  - Pemahaman kurang
  - Belum mau bermain/proses sosialisasi kurang

Program Inklusi :
  - Pendamping: Guru Pembimbing Khusus dan Guru pendamping siswa/shadow.
  - Guru pembimbing khusus (GPK) adalah tenaga ahli PLB yang bertugas sebagai:
  - Konsultan dalam menangani anak MLK
  - Ikut serta dalam merencanakan program pembelajaran
  - Memonitor pelaksanaan program pembelajaran
  - Mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran


>> Guru Pendamping Siswa
  - Guru pendamping siswa /shadow : membantu guru kelas dalam mendampingi anak dengan autistik pada saat diperlukan, sehingga proses pengajaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
  Fungsi dan prasyarat :
  - Bukan asisten anak/helper
  - Mempunyai latar belakang sebagai pendidik
  - Bersifat terbuka dan mau bekerjasama
  - Dedikasi tinggi dan tidak mudah menyerah
  - Mengajarkan sopan-santun, respek, tenggang rasa, empati
  - Menjadi figur bagi seluruh siswa

>> Tugas Guru Pendamping Siswa :
  - Menjembatani instruksi antara guru dan anak
  - Mengendalikan perilaku anak dikelas
  - Membantu anak untuk tetap berkonsentrasi
  - Membantu dalam interaksi sosial
  - Menjadi media informasi guru-orangtua
  - Mengejar ketinggalan pelajaran di kelasnya

>> Kiat-kiat dalam Program Inklusi :
  1. Ikut dalam kegiatan belajar 2 minggu setelah kegiatan dimulai (setelah masa orientasi)
  2. Anak duduk di meja paling depan untuk konsentrasi
  3. Dalam waktu istirahat anak dilatih untuk sosialisasi.
  4. Anak mendapatkan program remedial
  5. Anak menguasai bahan pembelajaran lebih awal
  6. Melalui dedikasi dan toleransi yang tinggi dari para guru, program inklusi dapat berhasil dengan baik
  Contoh: sekolah-sekolah negeri dan swasta (TK – SMU)

  >> PROGRAM PENDIDIKAN TERPADU
- Hasil evaluasi di kelas transisi
- Belajar individu di sekolah reguler
- Perlu Guru Pembimbing khusus dan guru pendamping/shadow
- Dicoba sesekali bergabung di kelas umum untuk latihan dan sosialisasi

Program ini akan berhasil bila :
  - Idealnya anak berhak memilih pelajaran yang ia mampu saja (Mempunyai IEP/Program Pendidikan Individu sesuai dengan kemampuannya)
  - Anak dapat “tamat” (bukan lulus) dari sekolahnya karena telah selesai melewati pendidikan di kelasnya bersama-sama teman sekelasnya/peers.
  - Tersedianya tempat khusus (special unit) bila anak memerlukan terapi 1:1 di sekolah umum

Sekolah Terpadu sudah mulai dirintis di berbagai kota besar seperti di Jakarta, Pekalongan, Surabaya dan Batam, walaupun masih mempunyai berbagai keterbatasan

  >> SEKOLAH KHUSUS AUTISTIK
- Kondisi : siswa sukar berkonsentrasi, mudah terdistraksi, tapi mempunyai potensi yang dapat dikembangkan seperti dalam bidang olah raga, musik, lukis, komputer, matematika dsb.
- Program pengajaran : program fungsional, misalnya Program Bina Diri (ADL), pengembangan bakat dan minat

>> Sekolah khusus autistik :
Kelas Khusus : Kelas Musik, Kelas Ketrampilan, Kelas Seni Lukis, Kelas pengembangan olahraga
  - Contoh program pendidikan di Sekolah Khusus Autistik di Yogyakarta:
    - program dasar (kemampuan kognitif, bahasa, sensomotorik, kemandirian, sosialisasi, seni dan bekerja),
    - program ketrampilan (melukis, memasak, menjahit, sablon, kerajinan kayu, berkebun, dsb),
    - program-program lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan anak.

>> Program Sekolah Dirumah
- Karakteristik: anak autistik dengan keterbatasan yang kompleks, seperti masalah motorik dan auditory, retardasi mental dan non verbal, dsb
- Perlu dukungan dan kerjasama yang baik antara orang tua, terapis, guru sekolah untuk program pendidikan
- Persamaan pendidikan dgn SLB untuk bidang yang dikuasai

Program Sekolah Dirumah :
  - Disediakan ruangan khusus untuk melaksanakan program, sehingga anak terlatih siap belajar pada saat masuk ruangan tersebut.
  - Kerjasama yang baik dengan guru, orangtua dan orang-orang disekitarnya, untuk mengembangkan potensi/strength anak, mengeneralisasi program dan membentuk hubungan yang positif antara keluarga dan masyarakat.
  - Dilain pihak, perlu dukungan yang memadai untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya untuk dapat menghadapi kehidupan bersama seorang autistik.

  >> GRIYA REHABILITASI AUTISTIK
- Karakteristik: anak autistik yang kemampuannya sangat rendah/terbatas.
- Keuntungannya adalah:
  - Mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya
  - Pengembangan potensi diri secara optimal
  - Mendapatkan ketrampilan kerja terbatas -> bekal untuk bekerja di tempat kerja terlindung (Shelter Workshop)
  - Mendapatkan ketrampilan akademik yang terbatas dan fungsional
  - Dapat mengembangkan ketrampilan kerja produktif, seperti bercocok tanam, membuat telur asin, penanaman tanaman hias, dll

KEBERHASILAN :
  - Berat atau ringannya gejala
  - Usia
  - Kemampuan berbicara dan berbahasa
  - Kecerdasan
  - Terapi yang tepat dan terpadu
  - Dilakukan secara intensif, konsisten dan terevaluasi
Terdiagnosa dini -> Layanan pendidikan awal terstruktur dan terpadu -> lebih terbuka peluang perubahan ke arah perilaku normal :
  - Dilakukan secara intensif, konsisten dan terevaluasi
Generalisasi -> perilaku positif  -> “SEMBUH”
  - Di sekolah mempunyai figur/role model anak normal -> meniru tingkah laku anak normal seusianya



KESIMPULAN :
- Diperlukan suatu bentuk layanan yang efektif bagi anak autistik yaitu layanan pendidikan, penempatan (residential) dan program pengangkatan tenaga kerja (employment program).
- Model layanan pendidikan untuk anak autistik harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan anak.
- Batasan karakteristik dan contoh program pada berbagai model pendidikan lanjutan merupakan PANDUAN ORANGTUA dalam memilih pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, potensi, bakat dan minat tiap individu anak autistik.
- Model layanan pendidikan bagi anak autistik memberikan prospek yang baik dalam menjamin anak autistik untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, kekurangan dan kelebihannya.
- Perlu dukungan dan kerjasama berbagai pihak terutama instansi pemerintah terkait.

0 comments:

Post a Comment

Be a good commentators
Tell me if there is something wrong with this post